Yerusalem, Kota Para Nabi


Yerusalem (al-Quds) merupakan kota para nabi, sejumlah nabi pernah diturunkan di kota suci ini antara lain Nabi Dawud AS, Nabi Sulaiman As dan Nabi Isa As, kota ini juga merupakan tempat persinggahan Nabi Muhammad SAW ketika beliau melaksanakan Isra’ Mi’raj.

Bagi umat Islam Yerusalem atau Baitul Maqdis yaitu Kota Suci ke-3 setelah Makkah & Madinah, Sebab baitul maqdis pernah menjadi kiblat shalat kaum muslimin, di kota ini juga terdapat mejid yang begitu bersejarah yaitu Masjid Al-Aqsa.

Dalam peristiwa Isra Miraj, Yerusalem menjadi tempat yang sangat penting, tidak hanya sebagai tujuan perjalanan malam dari Makkah (isra) tetapi juga adalah tempat Nabi Muhammad SAW naik ke langit yaitu Sidratul Muntaha (Mi’raj).

Keberadaan Masjid Al-Aqsa di yerusalem (Palestina) sudah ada sejak Zaman Nabi nabi terdahulu. Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah menyebutkan bahwa Masjid Al-Aqsa dibangun kembali di atas fondasinya olen cucu Nabi Ibrahin AS yakni Nabi Yakub As

Kerturunan berikutnya yaitu Nabi Dawud As, membangung kembali masjid tersebut, Kemudian Nabi Sulaiman merenovasinya pada tahun 960 SM. Para nabi membangun kembali Masjid Al-Aqsa sebagai tempat Shalat bukan sebagai kuil atau sinagog seperti yang di klain oleh kaum Yahudi.

Masjid Al-Aqsa merupakan Masjid tertua di dunia setelam Masji Al-Haram, menurut sebuah catatan Masjid Al-Haram (Ka’bah) dibangun 40 tahun lebih dulu dari Masjid Al-Aqsa, dan dalam perkembangannya masjid Al-Aqsa mengalami beberapa perubahan karena beragam kondisi.

Pada tahun 638 M, yaitu beberapa tahun setelah Nabi muhammad SAW wafat, Kahalifah Umarh Bin Khatab melakukan pengembangan Masjid Al-Aqsa, pengembangan ini berlajut hingga masa kepemimpinan Al Walid (705M) yang meliputi kubah masjid dan bangunan di sekitarnya. Semenjak itu pembangunan renovasi masjid dilakukan tanpa merubah bentuk dasar bangunan  yang telah berusia sekitar 13 abad.

Masjid Al-Aqsa yang saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Kahlifah ‘Abd al-Malik bin Marwan dari Dinasti Ummayah pada tahun 66 H hingga 73 H

masjid Al-aqsa berlokasi disebuah area yang berbentuk persegi empat yaitu Al-Haram Asy-Syarif dengan luas sekitas 285×470 meter persegi, Masjid ini berbentuk serambi kiblat.

Pengertian Masjid Al-Aqsa ¬†yang dibangun oleh Kahlifah ‘Abd al-Malik berbeda dengan pengertian dan kondisi Masjid Al-Aqsa pasa masa Nabi buhammad SAW saat melakukan Isra’ Mi’raj. Pada masa itu Masjid Al Aqsa adalah meliputi seluruh kawasan Al-Haram Asy-Syarif. sedangkan kini Masjid Al-Aqsa adalah masjid dengan kubah biru yang berada di sisi tenggara Al-Haram Asy-Syarif dan menghadap Kibat yaitu Masji Al-Haram (Ka’bah)